Dunia Maya

November 6, 2009 at 12:58 pm | In Umum | Leave a Comment

Dunia maya ini memang sangat melenakan, hati2 kukatakan untuk diriku sendiri, dan kalian semua yang senang mengarungi dunia maya.

Banyak para akhwat dan ikhwan yang sangat hanif yang mampu menjaga dirinya dari pandangan yang berbau maksiat, selalu menundukkan wajahnya ketika berhadapan dengan seorang akhwat atau sebaliknya akhwat di hadapan ikhwan.

Hati mereka benar2 terjaga, bahkan untuk berbicara saja dipersiapkan agar terdengar sopan dan lembut..
Subhanallah..
Betapa indahnya pergaulan dalam islam.

Tapi amat sangat disayangkan ketika mereka semua melebur dalam dunia maya, semuanya memudar. Hilanglah rasa malu, pandangan tak perlu ditundukkan, dan kata2pun tak perlu ditata..toh..ga ketemu juga..
Begini…begitu.. bla bla bla..
Mungkin itulah pemikiran kita…

Kita sering sok serang2an argumen dengan dalih berdakwah yang ujung- ujungnya banyak yang terpeleset dalam maksiat kecil..ngecengin temen2, bercanda sampe keterlaluan, dan sok ngambek2an.

Tidak malukah kita..yang sering mengingatkan temen2 kita yang masih jahiliyah agar mengenal dan mengamalkan islam?
Tidak malukah kita dihadapan Allah yang menyaksikan semua perbuatan kita?

Wanita mulia karena sifat malunya..
Dan laki- laki mulia karena sifat kepemimpinanya..
Jika seorang wanita sudah hilang sifat malunya bagaimana cara dia menjaga dirinya…?
Dan jika seorang laki- laki tidak bisa menjadi teladan bagaimana dia akan dihargai saat memimpin…?

Waspadalah di dunia maya ini!!!

Mencegah Perselingkuhan

October 30, 2009 at 4:41 pm | In Beranda Keluarga | Leave a Comment

selingkuh

Oleh : Zulia Ilmawati
(Psikolog, Pemerhati Masalah Anak dan Keluarga)

Dalam waktu terakhir ini kita semakin sering mendengar berita perselingkuhan yang marak di mana-mana. Sejumlah skandal seks menimpa politisi. Di luar ini, disinyalir masih banyak pejabat dan anggota legislatif lain, serta anggota masyarakat biasa yang berperilaku bejat, berselingkuh atau berzina dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan lelaki bukan suaminya.

Penyebab Selingkuh

1. Masalah internal.

Pernikahan pada dasarnya mempertemukan dua orang yang mempunyai kepribadian, sifat, karakter, latar belakang keluarga dan problem yang berbeda satu sama lain. Karena itu, tidak mengherankan jika kehidupan dalam rumah tangga kadang tidak seindah harapan. Ketidakmatangan masing-masing pasangan ikut mempengaruhi dinamika yang terjadi dalam menghadapi setiap persoalan rumah tangga. Jika masing-masing tidak berusaha untuk memperbaiki diri atau malah justru mencari hiburan dan kompensasinya sendiri, maka pengikat di antara keduanya semakin pudar. Jika ini tidak segera diatasi, cepat atau lambat akan mempengaruhi kualitas hubungan suami-istri. Sikap apatis, pasif atau bahkan pasif-agresif bisa menjadi indikasi adanya masalah dalam kehidupan pernikahan seseorang.

Emotional divorce (keterpecahan emosi), yang banyak dialami oleh suami-istri, baik yang baru maupun yang sudah lama menikah, membuat hubungan cinta kasih akhirnya padam dan menjadi dingin. Meskipun secara fisik pasangan suami-istri masih tinggal serumah, secara emosional terdapat jarak yang membentang. Dengan pudarnya cinta dan kasih sayang, semakin longgarlah ikatan dan komunikasi di antara pasangan yang bisa mendorong salah satu atau keduanya mencari seseorang yang dapat memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan emosional maupun kebutuhan fisik, termasuk seks. Apalagi jika kemudian masing-masing pasangan tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan berumah tangga dan mengatasi persoalan yang muncul menurut ajaran Islam.

Debbie Layton-Tholl mengungkapkan bahwa perselingkuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah pada dasarnya bukan karena untuk mencari kepuasan seksual semata. Prosentase terbesar (90%) perselingkuhan terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan emosional pasangan. Kebutuhan seksual bukanlah menjadi alasan pertama dan utama. Perilaku seksual yang sering mewarnai affair ataupun perselingkuhan sering hanya merupakan sarana untuk memelihara dan mempertahankan affair tersebut, bukan menjadi alasan utama.

2. Masalah eksternal.

Dalam pandangan kapitalis hubungan pria dan wanita merupakan pandangan yang bersifat seksual semata, bukan pandangan untuk melestarikan keturunan manusia. Oleh karena itu, mereka sengaja menciptakan fakta-fakta yang terindra dan pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual di hadapan pria dan wanita dalam rangka membangkitkan dorongan seksual untuk dipenuhi. Mereka menganggap bahwa gejolak naluri yang tidak dipenuhi mengakibatkan kerusakan pada diri manusia, baik terhadap fisik, psikis, maupun akalnya. Dari sini, kita bisa memahami, mengapa banyak komunitas masyarakat selalu menciptakan pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual (fantasi-fantasi seksual), baik dalam cerita-cerita, lagu-lagu, maupun berbagai karya mereka lainnya. Belum lagi kebiasaan gaya hidup campur-baur antara pria dan wanita yang tidak semestinya di dalam maupun di luar rumah. Semua ini muncul karena mereka menganggap tindakan-tindakan semacam itu merupakan hal yang lazim dan penting sebagai bagian dari sistem dan gaya hidup mereka.

Kiat Menghindari Perselingkuhan Secara Islam

1. Menjalankan kehidupan rumah tangga secara islami.

Sebagai sebuah ibadah, pernikahan memiliki sejumlah tujuan mulia. Memahami tujuan itu sangatlah penting guna menghindarkan pernikahan bergerak tak tentu arah yang akan membuatnya sia-sia tak bermakna. Tujuan-tujuan itu adalah untuk mewujudkan mawaddah dan rahmah, yakni terjalinnya cinta-kasih dan tergapainya ketenteraman hati (sakinah) (QS ar-Rum: 21); melanjutkan keturunan dan menghindarkan dosa; mempererat tali silaturahmi; sebagai sarana dakwah; dan menggapai mardhatillah. Jika tujuan pernikahan yang sebenarnya dipahami dengan benar, insya Allah akan lebih mudah bagi suami-istri meraih keluarga sakinah dan terhindar dari konflik-konflik yang berkepanjangan. Sebab, kesepahaman tentang tujuan pernikahan sesungguhnya akan menjadi perekat kokoh sebuah pernikahan.

Islam memandang pernikahan sebagai “perjanjian yang berat (mîtsâq[an] ghalîdza)” (QS an-Nisa’ [4]: 21) yang menuntut setiap orang yang terikat di dalamnya untuk memenuhi hak dan kewajibannya.

Islam mengatur dengan sangat jelas hak dan kewajiban suami-istri, orangtua dan anak-anak, serta hubungan dengan keluarga yang lain. Islam memandang setiap anggota keluarga sebagai pemimpin dalam kedudukannya masing-masing. Dengan kata lain, pernikahan haruslah dipandang sebagai bagian dari amal shalih untuk menciptakan pahala sebanyak-banyaknya dalam kedudukan masing-masing melalui pelaksanaan hak dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Ketimpangan atau terabaikannya hak dan kewajiban, misalnya soal nafkah, pendidikan atau perlindungan, tentu akan dengan sangat mudah menyulut perselisihan dalam keluarga yang bisa berpeluang untuk terjadi perselingkuhan.

2. Atasi berbagai persoalan suami-istri dengan cara yang benar (islami) dan tidak melibatkan orang (lelaki atau perempuan) lain.

Dalam kehidupan rumah tangga, tidak selalu mudah menyatukan dua pribadi yang berbeda dan dengan latar belakang yang berbeda. Konflik menjadi suatu hal yang mudah terjadi dalam kehidupan rumah tangga.

Kesabaran merupakan langkah utama ketika mulai muncul perselisihan. Islam memerintahkan kepada suami-istri agar bergaul dengan cara yang baik, serta mendorong mereka untuk bersabar dengan keadaan masing-masing pasangan; karena boleh jadi di dalamnya terdapat kebaikan-kebaikan. Jika dibutuhkan orang ketiga untuk membantu menyelesaikan persoalan maka jangan sekali-sekali melibatkan lawan jenis yang bukan mahram-nya; seperti teman sekantor, tetangga, kenalan dan sebagainya. Awalnya mungkin hanya sebatas curhat, tetapi tanpa disadari, jika sudah mulai merasa nyaman, persoalan mungkin justru tidak terpecahkan, yang kemudian terjadi adalah munculnya rasa saling ketergantungan dan ketertarikan. Hal ini bisa menjadi awal dari kedekatan di antara mereka dan peluang untuk terjadinya perselingkuhan.

3. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis di tengah-tengah masyarakat.

Dalam pandangan Islam hubungan antara pria dan wanita merupakan pandangan yang terkait dengan tujuan untuk melestarikan keturunan, bukan semata-mata pandangan yang bersifat seksual. Dalam konteks itulah, Islam menganggap berkembangnya pikiran-pikiran yang mengundang hasrat seksual pada sekelompok orang merupakan keadaan yang membahayakan. Oleh karena itu, Islam memerintahkan pria dan wanita untuk menutup aurat, menahan pandangannya terhadap lawan jenis, melarang pria dan wanita ber-khalwat, melarang wanita bersolek dan berhias di hadapan laki-laki asing (non-mahram). Islam juga telah membatasi kerjasama yang mungkin dilakukan oleh pria dan wanita dalam kehidupan umum serta menentukan bahwa hubungan seksual antara pria dan wanita hanya boleh dilakukan dalam dua keadaan, yaitu: lembaga pernikahan dan pemilikan hamba sahaya.

4. Memberikan hukuman bagi para pelaku perselingkuhan.

Pada hakikatnya perselingkuhan sama dengan perzinaan. Dalam pandangan Islam seorang yang berselingkuh/berzina mendapatkan hukuman yang sangat berat. Jika belum menikah, pelakunya harus dicambuk 100 kali, dan untuk yang sudah menikah harus dirajam sampai mati. Hukuman yang berat ini akan menjadi pelajaran bagi pelakunya hingga menimbulkan jera sekaligus sebagai penebus dosa atas perbuatan yang dilakukan. Jika hukuman ini diterapkan, seseorang akan berpikir panjang sebelum melakukan perselingkuhan. []

24 Oktober 2009

October 26, 2009 at 9:34 am | In Coretankoe | Leave a Comment

cry

Hari yang tak pernah kulupakan, ada sesuatu yang istimewa yang membuat hidup menjadi lebih hidup, membuat diri bisa berjiwa besar, membuat diri bisa beristighfar, dan menjadi sadar bahwa diri ini lemah dan butuh bantuanNYA untuk tetap tegar menjalani hidup.

Akhwat Sejati

August 21, 2009 at 5:11 am | In Motivasi Hidup | Leave a Comment

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu

Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur

Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Kecantikan itu Ada Di Sini

August 21, 2009 at 4:18 am | In Umum | Leave a Comment

Ada 3 hal mendasar yang mempengaruhi kecantikan manusia. Pertama, Body (Tubuh),kedua, Soul (jiwa), Ketiga, Spirit, (Semangat,Kekuatan Jiwa). Namun disini kita tidak akan membahas tentang Body /Tubuh manusia karena yakin, bahwa setiap kita pasti sudah lihai menilai setiap Body /Tubuh seseorang. Tidak dapat disangkal setiap kita pasti bisa menilai mana yang cantik, ganteng atau bagus badannya, walaupun penilaian tidak identik dengan pilihan. Jiwa terbagi atas dua bagian, yaitu mind (pikiran) dan mood (Suasana Hati), pikiran dan suasana hati adalah dua hal yang sangat berpengaruh pengembangan kepribadian seorang Muslimah.

Dalam mengembangkan Kepribadian kita harus bisa memahami bahwa setiap orang memiliki sifat yang kita suka, dan sifat yang tidak kita suka. Begitu pula kita, memiliki sifat yang orang suka dan tidak suka. Untuk mengidentifikasi itu semua, cobalah di rumah, lakukan sebelum tidur, tulis diatas secarik kertas di bagi dua, di sebelah kiri tulis sifat anda yang kurang baik. Misalnya: kurang sabar, kurang disiplin, kurang ramah, kurang menolong orang, kurang senyum dst. Di sebelah kanan sifat baik anda, misalnya disiplin (jika memang demikian), ramah, pemaaf, dan sifat baik lainnya yang anda miliki. Setelah itu, sebelum beranjak tidur berjanjilah dan bertekadlah dalam hati ucapkan.

“Ya Allah, mudah-mudahan mulai besok pagi saya bisa mengurangi dan merubah sifat-sifat kurang baik saya kepada orang, kurang disiplin, kurang ramah kepada orang, dan berilah saya kemampuan untuk bisa meningkatkan sifat baik saya, untuk bisa lebih ramah lagi, bisa lebih mengerti orang,.. dst”.

Saat bangun sebelum mengambil air wudlu, bercerminlah dan ucapkan dalam hati,

“Ya Allah saya bersyukur atas apa yang Engkau berikan kepada saya berupa kecantikan, bukan kecantikan wajah saja tapi kecantikan hati”.

Jangan katakan: sudah jelek, jerawatan, kurang ramah dan berbagai sifat kurang baik lainnya, karena dengan respon negatif pada diri sendiri di pagi hari berarti anda telah memulai hari ini dengan negatif dan tidak semangat. Jika anda mengawali hari ini dengan penuh syukur dan respon positif maka Insya Allah hari ini akan membawa kepada kebaikan, dan Allah akan memberi kita kekuatan untuk lebih bisa mempercantik diri kita dengan bersikap, bertutur lebih cantik dan melihat hal apapun di sekeliling kita dengan cara pandang yang cantik (positif).

Coba lakukan hal ini selama 21 hari berturut-turut. Setelah 21 hari anda akan merasakan perubahan dalam diri anda lewat tanggapan orang-orang yang ada di sekitar anda, anda akan merasakan pikiran anda lebih cantik, perasaan anda lebih cantik, tutur kata anda lebih cantik, terlebih bisa memandang orang lebih cantik berbeda dengan 21 hari yang lalu. Sehingga pribadi kita lambat laun akan menjadi cantik.

Melihat orang dengan kurang cantik, berarti anda melihat pertama kali orang tersebut dengan anggapan negatif, menyeramkan dan kata-kata negatif lainnya. Berhati-hatilah karena itu pertanda hubungan anda dengan orang tersebut akan kurang baik. Tetapi jika kita memandang orang dengan cantik, walaupun stelannya memang begitu kurang mengenakkan, maka kita akan menganggap orang tersebut dengan positif dan hubungan anda dengan setiap orang akan selalu baik, karena kita percaya dibalik mimiknya yang kurang mengenakkan tersebut ada kelebihan yang dimilikinya yang boleh jadi bisa dikerjasamakan dengan diri kita. Jangan cepat berfikir negatif.(Sumber : Ibu Farida & sumber lainnya).

Sumber :

http://www.cybermq.com

Agar Suami Selalu Cinta

July 3, 2009 at 5:15 pm | In Beranda Keluarga | 1 Comment

Oleh : Yesi Elsandra

Baitijannati. “Sayang, I love you!” Hari ini entah sudah untuk yang keberapa kalinya suamiku membisikan kata itu dengan lembut tidak saja langsung bibirnya menempel di telingaku, tetapi juga melalui SMS ketika dia sudah di kantor. Biasanya akupun langsung membalasnya, I love you too, mas. Terima kasih telah menjadi suamiku.”

Aku menyadari, aku memiliki bebrapa kelebihan, tetapi sesungguhnya kekuranganku jauh melebih kelebihan yang aku punya. Aku bukan perempuan yang cantik jelita seperti ratu balqis, bukan pula wanita kaya raya seperti ummahatul mu’minin Khadijah. Walaupun tidak buta, tetapi pemahamanku terhadap Islampun masih perlu perbaikan.Tak banyak yang istimewa yang aku punya, makanya aku sangat bersyukur sekali Allah menghadirkan seseorang yang Allah halalkan tidak saja hatinya tetapi juga fisiknya padaku. Walaupun aku hanyalah perempuan biasa, Allah memberiku seorang laki-laki yang sholeh, baik, rendah hati dan amat sangat sayang padaku.

Ibuku pernah berpesan, ada empat perkara yang harus kita perhatikan agar tercipta syurga dunia dalam rumah tangga. Sebagai seorang istri kita memang dituntut untuk memaksimalkan kemamapuan agar indah dipandang mata, sejuk dilihat, tenang ditinggal, membangkitkan gairah, dan menumbuhkan ketaatan suami kepada Allah. Disamping menjadi ibu yang baik dalam mendidik anak-anak kita.

Pertama, mampu memberikan kepuasan di tempat tidur. Tempat tidur adalah ruang yang paling privacy antara kita dan suami. Disanalah biasanya suami mengurai keletihan setelah bekerja seharian. Tempat tidur juga merupakan tempat dimana biasanya suami istri menunaikan hajat seksualnya. Untuk itu istri di tuntut untuk menata tempat tidur dengan baik, bersih dan harum. Istri perlu memahami kebutuhan seksual suami, memenuhi ajakan bersetubuh dengan segera, memberikan kepuasan maksimal dalam bersetubuh, jika perlu tidak ada salahnya istri menawarkan diri.

Kedua, menciptakan keindahan di dalam rumah, menatanya dengan penuh artistik, serta menjaga harta yang ada di dalamnya. Rumah yang besar belum tentu menciptakan ketenangan dan kedamaian. Perabotan yang banyak lagi mahal tidak juga bisa membuktikan penghuninya adalah pasangan yang berbahagia. Keindahan di sini adalah keindahan yang terpancar dari tangan lembut dan keikhlasan penatanya, yaitu istri yang sholehah, qonaah, tawadhu, dan rendah hati.

Ketiga, mendidik dan menjaga anak-anak. Anak-anak adalah amanah, anak-anak adalah investasi, anak-anak merupakan hiburan bagi kita. Anak-anak yang bersih, sehat, cerdas adalah dambaan orang tuanya. Menjadikan anak-anak kita sholeh, cerdas, sehat dan bersih membuktikan keberhasilan kita mendidik mereka. Suami akan bekerja lebih giat untuk mencari nafkah jika melihat anak-anak dalam kondisi seperti ini.

Keempat, saling memaafkan. Suami istri berasal dari dua keluarga yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, adat-istiadat yang berbeda, sifat yang berbeda. Keduanya bukanlah makhluk yang sempurna yang tak pernah salah. Keduanya sama-sama memiliki kekurangan. Meminta maaf terlebih dahulu jika memiliki salah dan segera memaafkan suami serta tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan yang pernah ada akan menautkan lagi kemesraan kita berdua.

Seorang suami tidak akan memikirkan perempuan lain jika istri mampu menampilkan semua ini dihadapanya. Memberikan kebahagiaan lahir batin, menciptakan suasana segar, serta istri yang menentramkan jiwa. Tak akan pula ada percekcokan, sakit hati atau penyesalan telah mengikat janji berdua dihadapan Allah aza wajalla. Yang ada adalah ungapan sayang, kata-kata mesra, cinta yang selalu berbunga, mudah-mudahan berkah Allah selalu melingkupinya.

The Power Of Positif Thinking (Husnuzhon)

July 3, 2009 at 12:17 pm | In Motivasi Hidup | 1 Comment

Assalamualaikum wr.wb…
saya mau coba Shering dengan anda lewat tulisan ini, sy sadar tulisan ini masih jauh dr sempurna, kalau ada temen2 di WH yg lebih mengetahui ILMU nya silahkan diberi masukan & kritikan, tks. selamat membaca.

Dari berbagai sumber buku yang saya baca tentang “Postif Thinking”
saya coba beri kesimpulan tentang Positif Tinking.

Sesungguhnya semua mahluk, yg ada dimuka bumi tunduk pada Allah….
Tahukah anda? bahwa bentuk otak manusia, menyerupai Orang yg sedang bersujud? Artinya, otak kita saja senantiasa bersujud pada Allah? kenapa kita tidak?

THINKING (FIKIRAN)

* 2 juta informasi masuk ke otak kita perdetiknya
* akal kita mampu berfikir 60.000 fikiran setiap harinya, baik yg positif maupun negatif
* Setiap doa yg kita ucapkan bersumber dari fikiran, berarti setiap fikiran merupakan DOA
* setiap DOA pasti dikabulkan oleh Allah, baik yang positif maupun yang negatif (Ud’uni astajib lakum)
* Hidup kita yang sekarang kita jalani, ternyata hasil proyeksi dari akal fikran kita sendiri

Jadi berhati2lah mengolah fikiran kita, hiasilah selalu fikiran kita dgn positif thinking, karena setiap fikiran kita merupakan DOA, yg pasti akan dikabulkan oleh Allah, maka senantiasalah berfikir positif agar POSITIVE hidup kita, yg merupakan hasil proyeksi dari akal kita.

JAUHKAN SU’UDZON (BURUK SANGKA)
Baik pada orang lain, pada diri sendiri, maupun pada Allah, sehingga kehidupan nyata kitapun jauh dari KEBURUKAN.

CARA MENGHILANGKAN SU’UDZON :
* Paksakan diri untuk berhusnudzon (berbaik sangka) sampai 72x
jadi misalnya : saat kita mengundang orang lain disuatu pesta & org tsb tidak datang, paksakan diri kita untuk mencari kesimpulan brupa kata “MUNGKIN” dgn baik, misalnya : mungkin dia ada halangan, mungkin dia ada acara lain, mungkin dia lupa & mungkin2 lainnya sampai 72 x, baru ke 73X nya kita boleh berfikir negatif…. kenapa? karena saat kita mencari kata “MUNGKIN” ke lebih 30x otak kita sudah terlanjur lelah sehingga tdk ada kesempatan utk berfikir negatif lagi.

*Sebisa mungkin kurangi asupan persepsi negatif (baik yg bersumber dari TV, majalah, radio, apalagi yg mengandung gosip, gibah & lainnya)
karena dgn semakin dikit info buruk yg masuk ke otak kita, makin sedikit kita berfikir negatif

*Hiasi fikiran kita dengan Nama2 baik Allah/Asmaul husnah, sehingga hasil proyeksi hidup kitapun InsyaAllah menjadi baik.

*Nikmati sholatmu & Dzikirmu, ajaklah hati, jiwa & fikiranmu saat melakukan sholat & zikir, karena doa kita yg berada dlm fikiran kitapun akan diaminkan para malaikat.

*Ubah cara bertanya pada diri, jgn katakan Why (kenapa) tapi ubahlah menjadi How (bagaimana). karena kata2 Why, mengandung makna penyesalan, putus asa & cenderung menyalahkan orang lain. sedangkan kata How, mengandung pemikiran yg menantang, kreatif (thinking out of the box) misalnya :

kita sering bertanya kenapa saya miskin? kenapa saya yg dikasih musibah ini? kenapa bukan saya yg berhasil?
tapi cobalah kita ubah pertanyaan tsb menjadi…. Bagaimana caranya supaya saya tdk miskin? bagaimana agar saya tdk dikasih cobaaan berat ini? bagaimana saya bisa berhasil? apa yg harus saya lakukan?

Jadi ubahlah cara bertanya pada diri kita sendiri.

*Melatih Kata- Kata.
sering kali otak kita, salah menerjemahkan kata2 kita, sering kali otak men “delet” sebagian kata2 yg kita ucapkan.
misalnya : kita disuruh “Jangan tengok kebelakang” apa yg ada dipikiran kita? memang kita tdk nengok kebelakang, namun tak dipungkiri, otak kita berreaksi sebaliknya & kembali bertanya? ada apa dibelakang? kenapa saya tdk boleh tengok kebelakang, sehingga “hasrat keinginan kita justru menjadi ingin menengok kebelakang. karena otak berusaha mendelet kata2 “jangan”, sehingga menjadi “tengok kebelakang” tdk jarang sebagain besar manusia, malah memilih “menengok kebelakang” dari pada “Jangan tengok kebelakang”.

Tahukan anda apa kesalahan terbesar Nabi Adam AS, hingga diturunkan kebumi? Jawabannya ternyata kesalahan “Fikiran” Nabi Adam AS diperintah Allah untuk “Tidak memakan buah Quldi & Jangan dekati buah Quldi” dari larangan Allah tersebut, Malah terbesit didalam fikiran Nabi Adam AS sebuah pertanyaan “Mengapa Allah melarangku mendekati atau memakan buah Quldi?” lalu apa yg dilakukan Nabi Adam AS? beliau justru mencari “buah yg dimaksud oleh Allah” yg dilarangnya tersebut, memang maksud Nabi Adam AS, untuk mengetahui buah yg mana yg harus dijauhi? tapi apa kenyataannya? Nabi Adam AS, malah terpelosok kelubang larangan tersebut. Ini artinya betapa bahayanya “Fikiran” tersebut, jika kita tak bisa mengelolahnya.

KEKUATAN KHUSNUDZON
* bayangkan jika 60.000 fikiran kita perharinya seluruhnya Positive Thinking? Subhanwllah yg terjadi adalah “The Power Of Positif Thinking” yg dapat merubah hidup kita menjadi Wujud kehidupan nyata yg Positif (Bahagia, Senang, tenang, damai, tentram)

*Magnet Low of Attaction (LOA) – “Fokus Kita” dapat menentukan arah hidup kita. Jadi usahakan agar kita selalu Fokus kepada kebaikan2 saja & usahakanlah untuk membayangkan dalam benak kita tentang hal2 yg baik2 saja & yakini sebagai kenyataan yang akan terwujud, karena tak ada yg tak mungkin bagi Allah (Kun fayakun)

*”Harapan Anda” adalah daya pikat yg kuat, semakin besar harapan kita, semakin mudah tuk terwujud menjadi nyata, hanya tinggal kita”nya saja yg pandai2 memilihnya. Yg pasti Harapan Positif menarik Wujud Positif & Harapan Negatif akan menarik Wujud Negatif.

Dibawah ini adalah Rujukan Ilahi tentang “Fikiran”

1. inni Inda Dzhonni ‘abdi bi… sesungguhnya aku menuruti PERSANGKAAN umatku. (hadist Qudsi HR Bukhori Muslim)

2. …dan jika kamu menuruti kebanyakan orang2 yg dimuka bumi ini, niscahya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti “PERSANGKAAN” belaka & mereka tdk lain hanyalah berdusta terhadap Allah (Qs 6 :116)

3. Sesungguhnya sebagian dari PRASANGKA itu dosa (QS 49 : 12)

Dari kesimpulan yg saya tulis ini, maka marilah kita senantiasa untuk berfikir Postif. sehingga terwujud kehidupan nyata yg positif (Baik) pula yg merupakan hasil dari proyeksi alam fikiran kita sendiri.

Wawllahu a’lam bissawab.
Wassalamualaikum wr.wb

Sumber : www.wisatahati.com
Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.