JANGAN TAKUT DEMAM

July 27, 2008 at 7:11 am | Posted in Bayi & Balita | Leave a comment

Demam setelah imunisasi dengan vaksin hidup adalah wajar. Sama halnya dengan demam saat ada infeksi mikroorganisme yang mampir ke tubuh. Tak perlu cemas dan panik. Upaya menangani demam bukan prioritas utama. Tindakan pertama adalah mengidentifikasi adanya infeksi bakteri, dan kalau perlu merujuk ke rumah sakit untuk tindakan selanjutnya.

Jangan langsung meminum/kan obat pereda demam pada saat demam. Usaha meredakan demam lebih ditujukan untuk mengatasi ketidaknyamanan (jika memang signifikan), bukan untuk menurunkan suhu tubuh.

APA itu Demam?
Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non-infeksi seperti kompleks imun atau peradangan lainnya. digitalthermometer

Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih (leukosit) melepaskan pirogen endogen yang memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior (pusat pengatur suhu di otak). Hipotalamus anterior kemudian meningkatkan nilai-ambang temperatur dan terjadilah demam.

Singkatnya, demam adalah efek dari beredarnya pirogen (zat penyebab demam) yang dilepas oleh leukosit dalam fungsinya sebagai anggota sistem pertahanan tubuh.

PENGUKURAN Suhu
Suhu di daerah dubur paling mendekati suhu tubuh sebenarnya (core body temperature). Suhu di daerah mulut atau ketiak sekitar 0,5-0,8 derajat lebih rendah dari suhu rektal, dengan catatan setelah pengukuran selama minimal 1 menit.

Ukurlah suhu dengan termometer, bukan dengan tangan. Dan lebih baik gunakan termometer digital (terserah jenisnya, mau yang mahal pakai infra merah atau buatan Cina yang hanya Rp. 25 ribu), sebab resiko yang harus dialami jika termometer raksa pecah terlalu tinggi dibandingkan harganya yang Rp. 10 ribu.

Demam Akibat INFEKSI
Demam pada Infeksi Virus
Demam pada bayi dan anak-anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Demam akibat infeksi virus biasanya disertai gejala lain seperti sariawan, ruam cacar (dan ruam lain yang mudah dikenali), batuk-pilek (selesma/common colds), dan peradangan saluran cerna. Penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya.
Demam pada Infeksi Bakteri

Salah satu infeksi bakteri yang paling sering ditemukan pada anak adalah infeksi saluran kemih (ISK). Umumnya tidak disertai gejala lain alias hanya demam. Resiko paling besar dimiliki bayi yang berusia di bawah 6 bulan.
Infeksi yang lebih serius seperti pneumonia atau meningitis (radang selaput otak) juga dapat menimbulkan gejala demam. Dari bayi > 3 bulan dan anak 1-3 tahun dengan demam > 39 C, hanya sekitar 2% saja yang bakterinya sudah memasuki peredaran darah (bakteremia). Pada golongan usia ini, program imunisasi HiB berhasil menurunkan resiko meningitis bakterial secara signifikan.
Usia yang menuntut kewaspadaan tinggi orangtua dan dokter adalah usia < 3 bulan. Bayi harus menjalani pemeriksaan yang lebih teliti karena 10 %-nya dapat mengalami infeksi bakteri yang serius, dan salah satunya adalah meningitis.
Walaupun sebagian besar penyebab demam adalah infeksi virus, data menunjukkan bahwa justru sebagian besar tenaga medis mendiagnosisnya sebagai infeksi bakteri. Ini menyebabkan pemberian antibiotik yang salah sasaran.

DAMPAK Demam
Dampak Menguntungkan

Fungsi pertahanan tubuh manusia bekerja lebih baik pada suhu demam dibandingkan suhu normal. Pelepasan pirogen endogen akan memicu pertambahan jumlah leukosit, meningkatkan aktivitas mereka dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme serta meningkatkan produksi/fungsi interferon (zat yang membantu leukosit memerangi mikroorganisme).
Dampak Negatif

Pertama, kemungkinan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Ketika mengalami demam, terjadi peningkatan penguapan cairan tubuh sehingga anak bisa kekurangan cairan.
Kedua, kekurangan oksigen. Saat demam, anak dengan penyakit paru-paru atau penyakit jantung-pembuluh darah (kardiovaskuler) bisa mengalami kekurangan oksigen sehingga penyakit paru-paru atau kelainan jantungnya akan semakin berat.
Ketiga, demam > 42 C bisa menyebabkan kerusakan neurologis (saraf), meskipun sangat jarang terjadi. Tidak ada bukti penelitian yang menunjukkan terjadinya kerusakan neurologis bila demam < 42 C.
Terakhir, anak berusia < 5 tahun, terutama antara 6 bulan-3 tahun, beresiko kejang demam (febrile convulsions), khususnya pada temperatur rektal > 40 C. Kejang demam biasanya hilang dengan sendirinya, dan tidak menyebabkan gangguan neurologis (kerusakan saraf).
PENGOBATAN dengan Antipiretik (pereda demam)
Mekanisme Kerja: menghambat produksi prostaglandin. Parasetamol, aspirin, dan obat anti inflamasi (peradangan) non-steroid (OAINS) lainnya adalah antipiretik yang efektif.
Parasetamol
Parasetamol adalah obat pilihan utama untuk anak-anak karena lebih aman hampir tanpa efek samping (bila diminum sesuai aturan).

Sebagian kecil parasetamol direaksikan oleh tubuh membentuk intermediet (turunan, berupa senyawa antara) aril yang hepatotoksik (menjadi racun untuk hati). Karena itu tidak boleh digunakan terus menerus dalam waktu yang lama (hitungan bulan, misalnya).

Aspirin
Merupakan antipiretik yang efektif namun penggunaannya pada anak dapat menimbulkan efek samping yang serius. Aspirin bersifat iritatif terhadap lambung sehingga meningkatkan resiko luka pada lambung, perdarahan (akibat dihambatnya aktivitas trombosit), hingga perforasi (terbentuknya lubang di dinding lambung).

Pemberian aspirin pada anak dengan infeksi virus terbukti meningkatkan resiko Sindrom Reye, yang ditandai dengan kerusakan hati dan ginjal. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk anak berusia < 16 tahun.
Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS)
Jenis OAINS yang paling sering digunakan pada anak adalah ibuprofen. Dosis sebesar 5-10 mg/kg/kali mempunyai efektifitas antipiretik yang setara dengan aspirin atau parasetamol.
OAINS dan aspirin memiliki kesamaan, yaitu bisa menyebabkan luka lambung, perdarahan, dan perforasi, meskipun komplikasi ini jarang pada anak-anak. Ibuprofen juga tidak direkomendasikan untuk anak demam yang mengalami diare dengan atau tanpa muntah.
Jenis lainnya
Turunan pirazolon seperti fenilbutazon dan dipiron, efektif sebagai antipiretik tetapi jauh lebih beracun.
Sampai di sini, banyak sekali disebut senyawa-senyawa kimia ya? Inilah -salah satunya- mengapa kita wajib mengetahui nama generik obat yang -akan- kita konsumsi. Keterangan tentang ‘kata-kata sulit’ mohon pelajari sendiri di halaman statis yang ditautkan.

TERAPI pendukung
Terapi yang Direkomendasikan

Tingkatkan asupan cairan (ASI -dan hanya ASI untuk bayi < 6 bulan-, susu, air, kuah sup, atau jus buah). Minum banyak juga mampu menjadi pelega saluran napas dengan mengurangi produksi lendir di saluran napas.
Jarang terjadi dehidrasi berat tanpa adanya diare dan muntah terus-menerus. Hindari makanan berlemak atau yang sulit dicerna karena demam menurunkan aktivitas lambung.
Kenakan pakaian tipis dalam ruangan yang ventilasi udaranya baik. Tidak harus terus berbaring di tempat tidur, tetapi jangan melakukan aktivitas berlebihan.
Mengompres dengan air hangat dapat dilakukan jika anak rewel (karena merasa sangat tidak nyaman), umumnya pada suhu sekitar 40 C. Umumnya demam akan turun dalam 30-45 menit. Namun jika anak merasa semakin tidak nyaman dengan berendam, jangan lakukan hal ini. Terapi yang Tidak Direkomendasikan
Upaya ‘mendinginkan’ badan dengan melepas pakaian, mandi atau berbasuh air dingin, atau mengompres dengan alkohol. Jika nilai-ambang hipotalamus sudah direndahkan dengan antipiretik, upaya tersebut akan membuat tubuh menggigil sebagai usaha untuk menjaga temperatur pusat berada pada nilai-ambang yang telah disesuaikan. Selain itu alkohol dapat pula diserap melalui kulit masuk ke dalam peredaran darah dan beresiko keracunan.

Disusun oleh dr. Arifianto dan dr. Nurul Itqiyah Hariadi dan saya tulis kembali secara bebas.

mengapa batas waktu observasi suhu badan anak yang tinggi 72 jam? –>umumnya demam pd anak akan hilang dengan sendirinya dlm waktu 72 jam. selain itu juga 72 jam patokan bila ingin tes darah. bila tes dilakukan sebelum 72 jam, biasanya hasilnya belum menunjukkan hal apapun, jadi nanti mesti diulang. kasian kan kalau anaknya bolak-balik ke lab untuk ditusuk2 ambil darah.
– jika lewat 72 jam suhu badan tetap tinggi (>39.5), anak mulai menunjukan aktivitas batuk pilek – tetap harus dibawa ke dokter?
–> kita juga lihat behaviour si anak. jika anaknya masih mau makan/minum, masih lincah dan ada batpilnya, kan ketahuan tuh common cold…yah sebaiknya dirumah saja tetapi tetap dipantau perkembangannya.

Tips Mengompres Anak yang Demam

Ini aku dapat dari DSA-ku, tips mengatasi anak yang demam:

1.Minum air putih sebanyak mungkin.
2.Minum obar panas
3.Kompres.

Cara kompres yang benar adalah:
Ambil air dari ledeng, kalau airnya terasa dingin sekali boleh dikasih sedikit air panas (hangatnya hanya suam-suam kuku), ambil handuk kecil [washcloth] dan basahi handuk dengan air tsb, dilapkan ke anak dari kepala sampai ke ujung kaki, proses ini dilakukan secara cepat (lap bukan didiamkan dibadan). Sebaiknya pakai 2 handuk jika kita sudah selesai dengan handuk yang pertama, ganti dengan handuk kedua. Proses ini dilakukan minimal selama 10 menit jangan takut anak nangis krn sebaiknya anak nagis kejer dari pada kena step/kejang (begitu istilah dari dokternya). Setelah itu baru dipakaikan baju, ini pun hanya baju tipis.

Kalau dalam kondisi panas anak mengigil, boleh diselimuti, tapi setelah menggigilnya hilang langsung dibuka selimutnya.Selain itu kompres tidak boleh dilakukan dengan Alkohol, Cologne, ataupun air es. [Ng]

Tips Tentang Demam atau Panas Tubuh!

APA ITU DEMAM ATAU PANAS TUBUH?—
Ketika anda merasa tidak enak badan, maka hal pertama kali yang sering anda nilai adalah apakah tubuh anda panas atau mengalami demam. Walaupun sebenarnya panas sendiri bukanlah penyakit itu sendiri, panas biasanya adalah tanda bahwa sesuatu sedang terjadi didalam tubuh anda.
Dan sebenarnya panas sendiri tidak selalu buruk. Panas memegang peranan dalam menolong tubuh untuk melawan serangan infeksi virus atau bakteri. Jadi panas adalah suatu respon tubuh untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh.

BERAPAKAH SUHU TUBUH MANUSIA NORMAL?—
Suhu tubuh manusia diatur oleh system thermostat di dalam otak yang membantu suhu tubuh yang konstan antara 36.5C dan 37.5C.
Suhu tubuh normal manusia akan bervariasi dalam sehari. Seperti ketika tidur, maka suhu tubuh kita akan lebih rendah dibanding saat kita sedang bangun atau dalam aktivitas.
Dan pengukuran yang diambil dengan berlainan posisi tubuh juga akan memberikan hasil yang berbeda. Pengambilan suhu di bawah lidah (dalam mulut) normal sekitar 37 C, sedang diantara lengan (ketiak) sekitar 36.5 C sedang di rectum (anus) sekitar 37.5 C.
“Panas atau Demam terjadi bila pengambilan suhu tubuh melalui mulut (dibawah lidah) DIATAS 37.5 C”.
Biasanya demam sendiri diikuti oleh kondisi lainnya, seperti gejala dan tanda lainnya yang sering dapat membantu untuk menemukan penyebab dari terjadinya demam tersebut.
Sebagai contoh, mual dan muntah dengan panas tubuh, berarti adanya gangguan didaerah pencernaan. Atau demam yang disertai oleh batuk dengan reak maka gangguan adalah pada saluran pernafasanya.

KAPANKAH SEBAIKNYA BERKONSULTASI KE DOKTER?——–
Seperti yang dikatakan sebelumya bahwa demam kadang bukan sesuatu yang buruk,—karena demam adalah proses respon tubuh terhadap infeksi itu sendiri .

Tetapi ada beberapa keadaan dimana anda sebaiknya mencari pertolongan medis atau konsultasi ke dokter anda, yaitu:

*Untuk bayi dibawah 3 bulan dengan suhu tubuh diatas 38C.
*Untuk anak yang lebih tua dan orang dewasa , sebaiknya konsultasikan ke dokter anda bila :
– Terdapat panas yang naik turun dalam 3 hari ;
– Suhu meningkat diatas 39 C ;
– Adanya panas yang disertai menjadi tidak mau makan dan minum sertai gelisah; mual muntah; sakit kepala hebat; sakit perut; timbul rash pada kulit; kesulitan pernafasan; atau gejala lainnya yang tidak dapat dijelaskan.

sumber : milis sehat

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: